Rudini Asrat, seorang pengrajin batik asal Padang Panjang, memulai Asrat Batik dari kecintaannya terhadap gambar—sebuah hobi yang lambat laun berkembang menjadi brand kreatif sejak tahun 2023. Berawal dari coretan kecil di kain, kini batik buatannya dikenal hingga ke Pulau Jawa, Pekanbaru, Bukittinggi, dan Tanah Datar—berkat dukungan fasilitas gerai di Senja Kenangan oleh Disperdakop UKM serta promosi aktif melalui media sosial. Motif Asrat Batik terkenal karena “tidak kaku” dan sangat beragam—mulai dari bunga, hewan, hingga desain custom sesuai keinginan pelanggan—yang menunjukkan kreativitas tumbuh dari kebebasan berekspresi.
Semangat dan ketekunan Rudini mendapatkan apresiasi tak hanya dalam bentuk pelanggan, tetapi juga dari pemerintah kota. Disperdakop UKM memberikan pelatihan dan tempat usaha, yang mendukung peralihan Asrat Batik dari hobby rumahan menjadi UMKM menanjak. Kesuksesan ini membuktikan bahwa kreativitas sederhana bisa menjadi peluang ekonomi lokal yang menjanjikan—sebuah perjalanan dari sketsa menjadi karya batik bernilai tinggi dan dicintai banyak orang.