Batik Kopi Pariangan, yang berasal dari Nagari Tuo Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, adalah inovasi kerajinan batik yang unik karena menggunakan pewarna alami dari ampas kopi (limbah kopi). Inisiatif ini dipelopori oleh Rina Aziz bersama Prof. Azril Azahari dan telah diuji secara laboratorium hingga tahan pencucian sebanyak 24–25 kali. Produk ini kemudian diproduksi oleh UMKM Rumah Batik Pariangan yang dipimpin oleh Zelmawati dan menghadirkan aroma kopi khas yang bertahan dalam kainnya.
Inovasi ini diakui secara nasional: Nagari Pariangan meraih dua rekor MURI sekaligus sebagai “desa wisata pertama dengan batik beraroma kopi” dan “desa wisata pertama yang memiliki pewarna batik alami dari limbah kopi”. Selain itu, motif batik Pariangan—seperti motif Kopi Kawa—memiliki nilai filosofis dan terinspirasi dari budaya Minangkabau dan tradisi minuman kopi daun, menghasilkan estetika yang kaya makna sekaligus ekologis